................................................ Catatan Bundoku .. Inspirasi dan Motivasi Seorang Hamba
Sabtu, 01 September 2012
Minggu, 26 Agustus 2012
tips: menjadi wanita paling bahagia [2]
PELITA
: SESUNGGUHNYA SESUDAH KESULITAN PASTI
ADA KEMUDAHAN (AL-INSYIRAH [94] : 6)
BEKAL
: ESOK HARI……..
AKAN TERCIUM SEMERBAK HARUM BUNGA.
KESEDIHAN PASTI HILANG
DAN KESENANGAN PASTI DATANG.
Gudang
Kenikmatan itu Terdapat dalam Diri Sendiri
sumber:Tips, menjadi wanita yg paling bahagia
DR. ‘Aidh bin Abdullah Al-Qarni, MA
“ .. Karunia-karunia Allah
pasti datang,
Walaupun terasa lama
Tapi sungguh, ia laksana kedipan mata
Ketika kau harus berkedip .. “
Saudari, sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada
kemudahan. Setelah tetesan air mata, pasti ada senyuman, dan setelah malam
pasti akan dating siang.
Sesungguhnya awan kelabu
kesedihan pasti berlalu, pekatnya kegalauan pasti tersingkap, segala problema
pasti teratasi, dan segala bencana pasti akan berakhir dengan izin Allah.
Yakinlah!.
Bahwa kita selalu
Jumat, 24 Agustus 2012
tips: menjadi wanita paling bahagia [1]
Wanita Penantang Sang Diktator
sumber:Tips,
menjadi wanita yg paling bahagia
DR.
‘Aidh bin Abdullah Al-Qarni, MA
Apa yang telah berlalu biarlah berlalu,
Dan harapan di masa depan hanyalah
misteri bagimu,
Hanyalah waktu yang sedang kau
jalani
Saat ini.
Perhatikanlah
nash-nash syariat yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Sesungguhnya
Allah telah memuji seorang wanita sholehah dan mukminah.
Allah SWT berfirman,
“ Dan
Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika
ia berkata, ‘Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga
dan selamatkanlah aku dari fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari
kaum yang zalim’ “.
Rabu, 04 Juli 2012
KATA HIKMAH [4]
1.
Malaikat
Pelindung
Suatu
ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya kepada
Tuhan. “Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih
sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?”.
Tuhanpun
menjawab, “Diantara semua malaikat-Ku, aku akan memilih seorang yang khusus
untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu.”
Si
kecil bertanya lagi, “Tapi disini, disurga ini, aku tak berbuat apa-apa,
kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia.
Tuhanpun
menjawab, “Tak apa. Malaikatmu itu akan selalu
Kamis, 28 Juni 2012
KATA HIKMAH [3]
Bersyukurlah pada apa saja.
@lANGKAH BAHGIA BERBAGI..
Anda wajib ensyukuri apa pun yang
menimpa anda. Ini bukan masalah keberuntungan. BErsyukur menuntun anda untuk
senantiaa menyingkirkan sisi negative dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan
bahwa anda tidak realistis. Namun, sebenarnya sikap anda jauh
Jumat, 22 Juni 2012
Kata Hikmah [2]
1.
Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia
@Langkah bahagia berbagi..
Bila anda memandang diri anda
kecil, dunia akan tampak sempit dan tindakan anda pun jadi kecil.
Namun, bila nda memandang diri
anda besar, dunia teliat luas, andapun melakukan hal-hal penting dan berharga.
Tindakan anda adla cermin
bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran
anda tentang diri anda sendiri,. Itulah mengapa kita diajarkan untuk
berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bias melihat dunia lebih
indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran
kita. Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia hanya
memantulkan apa yag ingin kita lihat, Ia menggemakan apa yang ingin kita
dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadap
diri kita sendiri.
Maka, bukan soal apakah kita
berprasangka positif atau negative terhadap diri sendiri. Melampaui di atas
itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan, duniapun
menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian
kita.
sumber :
sumber :
Senin, 04 Juni 2012
Kata Hikmah [1]
1.
Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama
Jadi Bukit
@Langkah bahagia berbagi..
Pepatah ini
sederhana saja, “sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit”. Kita biasa
memaknainya, bahwa bila kita mengumpulkan sesen demi sesen, pada saatnyya kita
akan dapatkan sepundi. Namun sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara
tentang hidupp hemat, atau ketekunan menabung.
Pepatah ini
menyiratkan tentang sesuatu yang lebih
Langganan:
Postingan (Atom)