*
**
Saudah Al-A'miriyah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenikahinya di bulan Syawal tahun 10 kenabian (sekitar 3 tahun sebelum hijrah), sebulan sepeninggal Khadijah radhiyallahu ‘anhuma. (Al-Bidayah wan Nihayah Ibnu Katsir, 3/149).
Sebelum menikah, Saudah tidak memiliki keluarga yang menanggung kebutuhannya selain sepupunya, Sakran bin Amr. Sepeninggal Sakran, Saudah menjadi janda tanpa keluarga yang melindunginya. Sampai akhirnya dinikahi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau meninggal di Madinah tahun 54 H. (Ar-Rahiq Al-Makhtum, hlm. 471)
................................................ Catatan Bundoku .. Inspirasi dan Motivasi Seorang Hamba
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Februari 2018
Sabtu, 07 November 2015
renungan ayat-ayat motivasi [10]
Renungan
10: Tegarlah
Janganlah
kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
padahal
kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang
beriman. (QS.Ali 'Imraan:139)
Padahal
Allah melarang kita bersikap lemah dan bersedih. Walau terkadang kesedihan datang tanpa dapat kita pungkiri. Kita berusaha tetap tenang dan tegar. Kita harus tetap tegar sekokoh
batu karang dan tidak bersedih atas segala kesulitan dan beban yang menghimpit.
Hapuslah air mata, bangunlah dari tidurmu. Bangkitlah, karena kita sesungguhnya
kuat untuk menghadapi berbagai cobaan yang menerpa kita. Bersikap lemah dan
larut dalam kesedihan tidak akan memberikan solusi bagi kita. Berharap belas
kasihan? Tidak dijamin, malah bisa saja kita malah ditertawakan oleh orang
lain. Kesedihan malah memadamkan api energi dalam tubuh kita untuk bertindak
dan berkarya. Bukankah diam ini justru akan membuat masalah berlarut-larut?
kita
harus kuat dan bertindak mengatasi masalah tersebut. Bukannya diam lemah sambil
bersedih hati yang justru akan menambah kesemasan demi kecemasan dalam diri
kita. Langkahkita akan gamang, tak jelas arah, dan ujung-ujungnya kita malah
tidak akan peduli lagi dengan apa yang akan terjadi, menyerah dan pasrah. Bangkitlah
kawan, hapus air matamu, dan kuatkan dirimu.
Rabu, 14 Oktober 2015
renungan ayat-ayat motivasi [8]
Renungan
8: Jalan keluar itu
Barangsiapa
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya
jalan
keluar. (QS Ath Thalaaq:2)
Dan
barang-siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan
baginya
kemudahan dalam urusannya. (QS Ath Thalaaq:4)
Bagi
orang bertakwa, bershabarlah, sebab kemudahan sudah menunggu kita. Matahari
akan terbit esok hari bersamaan dengan kemudahan atas segala kesulitan, beban,
dan kegagalan yang menimpa kita. Tidak usah risau dan pesimis, karena kemudahan
dan jalan keluar sudah dijanjikan Allah SWT kepada kita. Yang kita perlu
lakukan ialah dengan menambah ketakwaan kita, agar jalan
keluar
dan kemudahan segera menghampiri kita.
Jadi,
sepelik apapun masalah yang sedang kita hadapi, bertaqwalah kepada Allah. Tidak
ada masalah yang tidak bisa diselasaikan jika Allah memberikan jalan keluar
bagi kita. Jika kita bertaqwa, maka tidak ada alasan bagi kita untuk putus asa
dan menyerah saat menghadapi masalah yang sangat rumit.
Kata Umar
bin Khatab ra., jika kita bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan menjaga kita.
Sabtu, 26 September 2015
renungan ayat-ayat motivasi [7[
Renungan
7:Yang Terjadi ya Terjadilah
Tiada
suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu
sendiri
melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya.
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(QS.
Al Hadiid:22)
Dia-lah
yang Maha Berkuasa menetapkan apapun yang terjadi pada kita. Menerima artinya
kita mengembalikan semuanya kepada Allah SWT, sebab semuanya datang dari Allah,
maka kita kembalikan kepada-Nya. Jika kita sudah beriman akan ketentuan Allah,
maka kita tidak lagi perlu larut dalam
kesedihan, penyelasalan, dan kebencian akan masalah, kesulitan, musibah, dan
kegagalan yang menimpa kita. Kita akan tenang menghadapi usaha dan upaya kita,
karena jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, itu adalah sudah bagian
dari ketentuan Allah SWT.
Jika
hal ini sudah tertanam dalam jiwa, maka tidak ada lagi gundah, tegang, resah,
dan cemas di dalam hati kita. Kita akan menjalani hidup dengan penuh optimis
dan semangat, karena apa lagi yang harus kita cemaskan. Semuanya sudah tertulis
di Lauh Mahfudzh. Saat kesulitan menerpa, serahkan saja kepada Allah SWT.
Sabtu, 19 September 2015
renungan ayat-ayat motivasi [6]
Renungan
6: Maafkanlah
Jadilah
engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta
berpalinglah
dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. Al A'raaf:199)
Saat
kita dilukai oleh seseorang tentu akan menyisakan luka pada diri kita. Namun
luka yang lebih berbahaya adalah luka di hati, luka secara emosional. Luka
emosional sering kali muncul saat kita diejek, direndahkan, dihina, atau berbagai
tindakan yang mengarah ke harga diri kita. Saat emosi kita luka, kita akan
sangat protektif, mengapa karena luka di atas luka lebih menyakitkan dari
pada
luka baru.
Luka
emosional akhirnya sering menjadi sabotase bagi diri kita untuk meraih sukses.
Kita
Jumat, 11 September 2015
renunan ayat-ayat motivasi [5]
Renungan
5: Benci
Diwajibkan
atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.
Boleh
jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula)
kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah:216)
Yang
jelas, apa pun yang ada pada diri kita, berbaik sangkalah kepada Allah SWT,
bahwa itu semua yang terbaik untuk kita. Sesuatu yang kita suka atau kita benci
semuanya tidak lain nikmat sekaligus ujian. Terimalah apa yang ada pada diri
kita. Jangan membenci apa yang terjadi pada diri kita, karena bisa jadi semua
itu adalah yang terbaik untuk kita. Jika kita sudah bisa menerimanya dengan
lapang dada, hidup akan lebih bersemangat dalam mengejar prestasi, karena tidak
ada lagi kata gagal di dalam kamus hidupnya. Hidup akan lebih tenang dengan
segala kekurangan yang ada di dalam diri. Tidak ada kekhawatiran, begitu bebas,
lepas, semuanya diserahkan kepada Allah untuk memberikan yang terbaik bagi
dirinya.
Sabtu, 05 September 2015
renungan ayat-ayat motivasi [4]
Renungan
4: Bersyukurlah…
Dan
(ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur,
pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS
Ibrahim:7)
Ini
adalah rahasia melipat gandakan nikmat kita. Saat kita berusaha, syukurilah nikmat
yang kita dapatkan agar ditambah oleh Allah SWT. Jadi, tetaplah semangat meski
hasil kita kecil, sebab jika kita mensyukurinya, yang kecil tersebut bisa
menjadi besar. Sangat ironis, sudah kecil, tidak kita syukuri.
Alangkah
bodohnya orang yang tidak mau mensyukuri nikmat Allah SWT. Mereka sering
menyangka bahwa yang namanya nikmat itu adalah rezeki dalam bentuk materi yang
jumlahnya besar. Padahal tidak, Nikmatilah hidup, tetaplah semangat meski
penghasilan kita kecil, karena kita bisa melipat gandakannya dengan
mensyukurinya. Renungkanlah, betapa banyaknya nikmat yang sudah kita miliki.
Jangan risau, jangan takut untuk gagal, sebab kegagalan sebesar apa pun tidak
akan menghabiskan nikmat-nikmat yang ada pada diri kita.
Senin, 31 Agustus 2015
renungan ayat-ayat motivasi [3]
Renungan 3:
Hasbunallah wa ni’mal wakiil
(Yaitu)
orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang
yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk
menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu
menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi
Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali
dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat
bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia
yang besar. (QS. Ali “Imran:173-174)
Mengapa
harus cemas, mengapa harus takut, mengapa harus khawatir?
Bukankah
ada Allah SWT yang menjadi penolong dan pelindung kita
Kita
adalah makhluq lemah, kita tidak memiliki kekuatan. Kekuatan hanya milik Allah
Yang Mahakuat, maka
Sabtu, 29 Agustus 2015
renungan ayat-ayat motivasi [2]
Renungan 2:
Kesulitan
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu
ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS.
Alam Nasyrah:5-6).
Ayat
ini sungguh memberikan inspirasi bagi kita yang sedang mengalami kesulitan,
ayat yang memberikan dorongan kepada kita untuk tetap bertahan, tetap semangat dalam
menghadapi hidup yang penuh kesulitan. Kemudahan, atau pertolongan Allah SWT,
akan datang. Tenanglah!
"Sekali-kali
tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi
petunjuk kepadaku". (QS. Asy Syu'araa':60-62).
Jangan
pernah terhimpit, karena keadaan akan berubah.
Jumat, 28 Agustus 2015
renungan ayat-ayat motivasi [1]
Renungan 1:
Shalat dan
Shabar dan Syukur
Jadikanlah sabar dan shalat
sebagai penolongmu.
Alangkah indahnya
dalam sujud dan ruku’ kita mensucikan dan memuji Allah sebagai symbol ketundukan
dan ketaatan kita kepada Allah SWT. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, jangankan
kepada makhluq-Nya yang tunduk dan taat, bahkan kepada orang-orang yang
membangkang pun dengan segala kesombongannya, Allah masih tetapi memberikan
nikmat tiada tara. Mungkin kita perlu membenahi shalat kita, agar sesuai dengan
syariat dan menjalankannya dengan penuh kekhusyuan. Kita seharusnya malu jika
masih setengah-setengah menjalankan shalat, mengabaikannya, tidak peduli apakah
shalat kita sudah benar atau tidak, dan shalat hanya penggugur kewajiban.
Sudahkah shalat Bukan sembarang shalat yang akan
menjadi penolong kita. Dalam ayat tersebut, disebutkan bahwa orang yang bisa
menjadikan shabar dan shalat sebagai penolong ialah mereka yang khusyu’. Tidak
ada ukuran baku dalam shalat khusyu’, oleh karena itu kembali kita meminta
kepada Allah SWT agar menjadikan
shalat kita dengan kita khusyu’?
khusyu’.
Shalat yang khusyu adalah shalat yang dikerjakan
Langganan:
Postingan (Atom)