Rabu, 25 Maret 2020

Menyelami Samudra Al-Fatihah (1)


اعوذبالله من الشيطا ن الر جيم . بسم الله الر حمت ال حيم . و الصللا ة و السلا م على سير تا محمر و على اله و صحبه و التا بعين ال يو م الدين . 

"Aku mohon perlindungan Allah dari pengaruh syaitan yang terkutuk itu. Aku mulai dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, mohon pertolongan dan taufik daripadaNya. Diiringi dengan salam senantiasa dilimpahkan Allah atas ikatan umat Nabi Muhammad Saw, dan atas semua keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut beliau, sambung bersambung sampai hari kiamat.


Allah SWT berfirman:

وَهٰذَا الْبَلَدِ الْاَمِيْنِ ۙ 
"dan demi negeri (Mekah) yang aman ini."
(QS. At-Tin 95: Ayat 3)
Allah SWT berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ ۖ 
"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,"
(QS. At-Tin 95: Ayat 4)
Allah SWT berfirman:

ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَا فِلِيْنَ ۙ 
"kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,"
(QS. At-Tin 95: Ayat 5)

Dari ayat diatas, bisa diambil suatu kesimpulan bahwasanya manusia yang mempunyai panca indra yang lima serta akal dan pikiran yang ada, sanggup menjangkau beberapa ilmu pengetahuan yang amat sedikit dan rendah sekali. Hal ini diterangkan Allah dalam Qs. AL Isro ayat 85.

Manusia tidak sanggup menyelidiki alam yang luas ini beserta isinya, yang terdiri dari benda, alam ghaib, baik yang dinamakan Alam Malakut atau alam akhirat. Apalagi untuk menyelidiki dan menjelajahi tentang Tuhan yang menciptakan seluruh alam yang luas ini, karena Tuhan ini bukan hanya ghaib tapi Maha Ghaib. 

Tiap-tiap manusia harus pula mengetahui tentang alam ghaib, karena tiap-tiap manusia yang telah meninggal akan memasuki Alam Malakut (alam Bardzah), alam akhirat, dan akhirnya akan menghadap Tuhan, guna mempeetanggungjawabkan semua gerak-geriknya selama hidup di alam yang fana ini.

Sebab itu semua, Allah telah memberitahukan kepada manusia, yaitu dengan jalan menurunkan wahyu-wahyu-Nya dengan perantara Malaikat² kepada manusia istimewa yang dinamakan Nabi² dan Rasul², ada yang tertulis dan terbaca, yang dinamakan Kitab² Suci, yaitu wahyu² besar dan penting. Namun ada pula yang tidak tertulis dan terbaca.

Kitab² Suci itu menurut banyak ahli² tafsir berjumlah 104 buah. Tetapi semuanya sudah hilang, karena tidak terpelihara dengan baik sesudah meninggalnya Nabi² dan Rasul² yang membawanya (Tafsir Ibnu Adil).

Dari kitab demi kitab yang telah hilang dari zaman Nabi ke Nabi terdahulu, maka Allah lalu mengutus Nabi Muhammad saw untuk diwahyukan kembali semua isi dari semua Kitab² Suci yang telah hilang tersebut, dan Kitab yang diutuskan kepada Nabi Muhammad saw dinamai "Al Qur'an" atau "Al Furqan".

Jadi Kitab Suci Al Qur'an adalah kesimpulan dari semua Kitab² Suci yang pernah diturunkan Allah kepada Nabi² dan Rasul² sebelum Nabi Muhammad Saw. 

Al Qur'an terdiri atas 114 surah, terbagi kedalam 6263 ayat, seluruh ayat tersebutpun disimpulkan Allah dalam satu surah yang pendek dan terdiri hanya atas 7 ayat saja, yaitu Surah AL-FATIHAH. 
Karena isi dan kandungan semua isi Al Qur'an ada di satu surah ini, maka dinamai Allah dengan Al-Fatihah (Pembuka) atau UMMUL-KITAB (Induk Kitab), dan lain² namanya yang akan dibentangkan selanjutnya untuk pembaca yang semoga senantiasa dirahmati Allah. 

Yang jelas, itu pulalah sebabnya kenapa surah ini dibaca ditiap raka'at sholat (sembahyang), baik sholat wajib ataupun sunat, dan tidaklah sah sholat seseorang bila tidak membaca surah ini. 
Dan setiap bacaan dalam setiap gerakan sholat harus pula dibaca dengan siir (pelan) atau di jahar-kan (keras), sesuai dengan ketentuan yang ada. Tidak boleh dibaca di dalam hati saja, sementara mulutnya terkatup rapat, diam tak bergerak sedikitpun.

Sekian dulu untuk saat ini, insya Allah akan kita sambung dengan tujuan menggali dan mengetahui atau menjelajahi akan SAMUDRA AL-FATIHAH yang maha dalam dan luas. Semiga menambah iman dan khusyu' kita terhadap semua yang terkandung didalamnya. 
Aamiin Yaa Robbal 'alaamiin

#indahnyaberbagi
#bundoku

Referensi: 
SAMUDRA AL-FATIHAH karya H. Bey Arifin
Al-Qur'an Al Karim Al Karim
Tafsir Al Furqan (A. Hasan)
Tafsir Ibnu Katsir (Iman Ismail Ibnu Katsir)
Al Azkaar (Iman Nawawy)
Badaai'ul Fawaaid (Imam Ibnu Qayyim)
Mengenal Tuhan ( Bey Arifin)
Perkembangan Pikiran Terhadap Agama (H. Zainal Arifin Abbas)
Man does not stand alone (A. Cressy Morison) dan lain-lain.


Rabu, 24 Oktober 2018

Ilmu Bagaikan Cahaya Bagi Hati


~>Mencari ilmu adalah benih keimanan, jika keimanan bertemu dgn pencarian ilmu tadi maka akan membuahkan amalan sholih
~>Amal adalah benih ilmu, jika keduanya bertemu maka akan terwujud kemenangan dan kebahagiaan, namun jka terpisah satu dgn yg lainnya maka tdak akan bisa memberi manfaat apa²...
~>Kelembutan adalah benih ilmu, jika keduanya bertemu maka akan diraih kepemimpinan di dunia dan di akhirat, dan akan terwujud pemanfaatan ilmu dari orang tsb, namun jika salah satu terpisah dari yg lainnya, maka akan hilang manfaat dan pemanfaatan ilmu tersebut....
~>Kesungguhan adalah benih ilmu, jika keduanya bertemu maka pemiliknya akan meraih kebaikan dunia dan akhirat dan akan mencapai puncak tertinggi dari stiap posisi yg mulia. Maka tertinggalnya seseorang dari kesempurnaan² tadi bisa jadi karna tdak adanya ilmu, bisa jadi pula karna tidak adanya kesungguhan..
~>Niat yg baik merupakan benih sehatnya akal, jika tdak ada niat yg baik maka hilang sluruh kebaikan, dan jika keduanya (niat yg baik dan akal yang sehat) bertemu maka akan diraih kemenangan dan bagian yg banyak, namun jika tidak ada.. maka yg didapatkan adalah kehinaan dan kerugian. dan jika didapati suatu kecerdasan tanpa adanya keberanian, maka hal itu merupakan sifat penakut dan kelemahan, karna jika ada keberanian tanpa didukung dgn kecerdasan maka yg ada adalah kekacauan dan kerusakan...

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata:
إذا شئت أن نرى بصيرا لا صبر له رأيته، وإذا شئت أن ترى صابرا لا بصيرة له رأيته، فإذا رأيت صابرا بصيرا فذاك‏
"jika engkau ingin melihat orang yang berilmu tetapi tidak punya kesabaran maka lihatlah dia. Dan jika engkau ingin melihat orang yang sabar tetapi tidak punya ilmu maka lihatlah dia. Dan jika engkau melihat orang yang sabar dan berilmu, itulah orang yang berbahagia"
~>Nasihat adalah benih bagi akal, smakin kuat nasihat maka akal semakin kuat dan bercahaya..
Mengingat dan berpikir keduanya merupakan benih bagi yg lainnya, jika keduanya bertemu maka akan melahirkan sikap zuhud terhadap dunia dan kecintaan kepada akhirat
~>Ketaqwaan adalah benih tawakkal, jika keduanya bertemu maka hati akan menjadi istiqomah...
Mengambil (memanfaatkan) karunia adalah persiapan untuk bertemu dgn istana yg diangankan, jika keduanya bertemu maka sluruh kebaikan pada pertemuan keduanya dan kejelekan pada perpisahan keduanya...
Benih dari ketinggian cita2 adalah niat yg benar, jika keduanya bertemu seorang hamba akan mencapai puncak keinginannya
Berbaik sangka kepada Allah Ta'ala adalah benih perasaan butuh kepadaNya. Jika keduanya bertemu akan membuahkan terkabulnya do’a
Rasa takut adalah benih kecintaan, jika keduanya bertemu akan mewariskan kepemimpinan dalam agama...
Allah berfirman~>"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin2 yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat2 Kami"(QS.As Sajdah:24)
Sebagai bukti cinta kita kepada Allah adalah ittiba’ (taat) kepada Rosulullah saw dan ini juga skaligus bukti cinta kita kepada Rosulullah saw..
Allah menyebutkan di dalam firmanNya~>"Katakanlah, "Jika kamu (benar2) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"(QS.Ali Imron:31)

Kita dambakan keselamatan...
Tapi kita tak menempuh jalurnya.....
Sungguh bahtera takkan pernah berlayar di daratan....

Salam..

Sabtu, 06 Oktober 2018

AL QUR'AN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT

Al-Qur'an Sebagai Pembela Di Hari Akhirat

Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."

Telah bersabda Rasulullah S.A.W : "Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."

Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, "Kenalkah kamu kepadaku?"

Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"
Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."

Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?"

Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T.

Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.

Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"
Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."

◈•°^────^°•◈
Semoga bermanfa'at.
♪͜͡◈─◈─•
Indahnya berbagi
♪͜͡◈─◈─•

•─◈♪͜͡♪͜͡ bundoku♪͜͡♪͜͡ ◈─•

Sabtu, 17 Februari 2018

Cerita islami - kisah istri nabi Muhammad SAW 2 - Saudah Al-A'miriyah

*
**
Saudah Al-A'miriyah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenikahinya di bulan Syawal tahun 10 kenabian (sekitar 3 tahun sebelum hijrah), sebulan sepeninggal Khadijah radhiyallahu ‘anhuma. (Al-Bidayah wan Nihayah Ibnu Katsir, 3/149).

Sebelum menikah, Saudah tidak memiliki keluarga yang menanggung kebutuhannya selain sepupunya, Sakran bin Amr. Sepeninggal Sakran, Saudah menjadi janda tanpa keluarga yang melindunginya. Sampai akhirnya dinikahi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau meninggal di Madinah tahun 54 H. (Ar-Rahiq Al-Makhtum, hlm. 471)

Sabtu, 10 Februari 2018

Kisah Istri Nabi Muhammad SAW 1 - KHADIJAH binti khuwailid RA

*
**
Khadijah Binti Khuwailid Radhiyallahu Anha


Khadijah berasal dari golongan pembesar Mekkah. Menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, manakala Nabi Muhammad berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan wanita kaya dan terkenal. Khadijah bisa hidup mewah dengan hartanya sendiri. 

Meskipun memiliki kekayaan melimpah, Khadijah merasa kesepian hidup menyendiri tanpa suami, karena suami pertama dan keduanya telah meninggal. Beberapa sumber menyangkal bahwa Khadijah pernah menikah sebelum bertemu Nabi Muhammad.

Sabtu, 03 Februari 2018

Indahnya berbagi

Assalamu'alakum
Haii saudara semua
Mg kita semua sehat sll


Sudah lama ga postingan
Posting lagi skrg

Smg byk berkah
Dan
Alangkah indahnya berbagi
🌷💚☀

Jumat, 21 Oktober 2016

Cara cara bersyukur kepada ALLAH

Manusia yang beradab dan maju bukan hanya banyak menyerap ilmu, tetapi pandai menyaring dan memanfaatkan ilmu (Mutiara Hikmah)
Selasa, 15 Oktober 2013


Cara Cara bersyukur Kepada ALLAH



“ Barang siapa yang tidak menghadap kepada ALLAH ketika di beri kehalusan-kehalusan karunianya, niscaya dia akan di belenggu dengan berbagai rantai ujian,Barang siapa yang tak mensyukuri segala nikmat,maka benar-benar dia telah menyodorkan untuk hilangnya nikmat. Dan barang siapa yang mesyukuri nikmat, benar-benar dia telah mengikatnya dengan tali ”
Sebagai seorang mukmin yang telah begitu banyak menerima kenikmatan, kita seharusnya banyak bersyukur pada yang memberi kenikmatan (ALLAH).  Bahkan Begitu banyaknya hingga kita tidak akan pernah mampu untuk menghitungnya.

Kenikmatan yang oleh Imam Ghozali dikatakan sebagai kebahagiaan, kebaikan, kekuatan dan segala macam keinginan yang dapat terpenuhi dan kita rasakan,pada hakekatnya terbagi menjadi dua macam, yaitu :
Kenikmatan yang bersifat Fitri azazi yakni kenikmatan yang di berikan ALLAH sejak manusia di lahirkan, misalnya telinga untuk mendengarkan, mata untuk melihat, Hati (akal) untuk berfikir, serta alat-alat tubuh lain yang di perlukan.  Hal ini sesuai dengan Firman ALLAH Dalam Al qur’an Surt An-Nahl ayat 78 yang artinya :”Dan ALLAH mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun,dan dia member kamu pendengaran, penglihatan dan Hati, agar kamu bersyukur”Kenikmatan yang di rasakan pada waktu yang akan dating (tidak langsung di berikan Ketika lahir) yang termasuk ke dalam kenikmatanini adalah seperti di ciptakannnya berbagai macam tanaman,berbagai macam hewan,bumi dan semua yang terkandung di dalamnya untuk manusia.

Demikian besar dan terlalu seringnya kita menerima dan merasakan nikmat dari ALLAH. Hingga sering kali kita lupa, bahwa yang kita terima dan rasakan itu merupakan nikmat Dari ALLAH.Seperti halnya pada orang yang sehat karena berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dalam keadaan sehat, maka ia sama sekali tidak merasa bahwa kesehatannya itu merupakan Nikmat dari ALLAH. Baru setelah terserang Oleh penyakit ia akan merasakan betapa besar nikmat ALLAH berupa kesehatan itu.

Kalau Nabi Muhammad sendiri sebagai orang yang maksum atau terpelihara dari dosa saja merasa takut tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang bersyukur, apakah kita yang berlumuran dosa ini tidak merasa malu untuk menerima pemberian-NYA tanpa mau bersyukur kepada ALLAH? Sebagai orang mukmin kita tentu tidak ingin mengabaikan perintah ALLAH, sebagaimana tersebut dalam AL QUR’AN surat An-Nahl ayat 144 yang artinya :
“Bersyukurlah terhadap nikmat ALLAH, jika kamu sungguh-sungguh menyembah kepada-Nya”

Adapun tentang cara-cara bersyukur itu ada tiga macam yaitu :

1.       Bersyukur dengan Hati.
Maksudnya ia merasa yakin bahwa segala macam bentuk kenikmatan itu datangnya dari ALLAH, sebagaimana Firman-NYA dalam Al Qur’anul Karim surat an-Nahl ayat 53 yang artinya :
“Dan apa saja  nikmat yang ada pada kamu,maka dari ALLAH lah(datangnya)dan apabila kamu di timpa oleh kemodhorotan,maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan”.

2.       Bersyukur dengan lisan
Maksudnya dengan memperbanyak bacaan Hamdalah(Al hamdulillah) Hal tersebut sesuai dalam  Alqur’an  suart Adh –Dhuhaa ayat 11 Yang artinya :
“ Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebutnya( dengan bersyukur).

3.       Bersyukur dengan semua anggota badan
Yang mana maksudnya bersyukur dengan semua anggota badan adalah  mengaplikasikan semua gerak dan kegiatan yang kita lakukan oleh anggota tubuh hanya Untuk ALLAH dan berusaha sesering mungkin melakukan rasa syukur dengan mengamalkan perbuatan anggota tubuh hanya dengan niat beribadah kepada ALLAH.
Jadi dengan demikian bersyukur itu tidak hanya cukup dengan lisan atau perkataan dengan ucapan saja tapi lebih dari itu harus di wujudkan dengan perbuatan

Sumber  :  MATNUL HIKAM karangan Syeikh Ibnu ‘Ato’illah

Tambah usia - katon bagaskara

Lirik Lagu dan Chord Kla Project – Tambah Usia [Intro] A E F#m D A E F#m D Bertambah satu usiamu A E Bm E Oh semoga penuh warna A E F#m D Semakin indah hatimu A E D Bm Berikan cinta 'tuk semua Bm F#m G Kau telah tercipta.. D Em sebagai insan istimewa Bm F#m Tumbuh dalam jiwa.. G D E A terus bahagia dan raih cita [Chorus] A E F#m D Bertambah satu usiamu A E Bm E Oh semoga penuh warna A E F#m D Semakin indah hatimu A E D Bm Berikan cinta 'tuk semua http://www.chordindonesia.com/chord-kla-project-tambah-usia Bm F#m G Syukur 'tuk yang kuasa... D Em atas beragam anugrah Bm F#m G Kusertakan doa... D E A panjang umur kasih berlimpah [Chorus] A E F#m D Bertambah satu usiamu A E Bm E Oh semoga penuh warna A E F#m D Semakin indah hatimu A E D E Berikan cinta 'tuk semua A E F#m D Bertambah satu usiamu A E Bm E Oh semoga penuh warna A E F#m D Semakin indah hatimu A E F#m Berikan cinta 'tuk semua F#m C#m Ikuti hidup yang mengalir Em Bm dan reguklah hingga akhir F#m C#m Kar’na dunia terus berubah G D jangan kau terlena dan goyah [Intro] A E F#m D A E Bm E A E F#m D Semakin indah hatimu A E D E Berikan cinta 'tuk semua A E F#m D Bertambah satu usiamu A E Bm E Oh semoga penuh warna A E F#m D Semakin indah hatimu A E Bm E Beri cinta 'tuk semua A E F#m D Bertambah satu usiamu A E Bm E Oh semoga penuh warna A E F#m D Semakin indah hatimu A E Bm E Beri cinta 'tuk semua A E F#m D Bertambah satu usiamu A E Bm E Oh semoga penuh warna A E F#m D Semakin indah hatimu A E Bm E Beri cinta 'tuk semua [Ending] A E F#m D Bertambah satu usiamu A E Bm E Oh semoga penuh warna A E F#m D Semakin indah hatimu A E Bm E Beri cinta 'tuk semua

Kamis, 20 Oktober 2016

Dalam do'a

By, ummi maryam g+

Yaa Rabb..

Jika derai air mata ini mampu menggapai ridha-Mu, maka biarkan ia mengalir deras hingga aku terhanyut dan tenggelam dalam lautan kasih-Mu.

Jika bulir air mata ini mampu menggapai ikhlas-Mu, maka akan senantiasa aku teteskan agar dapat berlayar dan berlabuh di dermaga cinta-Mu.

Yaa Allah..
Semoga air mataku mampu menjadi butiran mutiara kerinduan tuk berjumpa dengan-Mu

Semua Ada Hikmahnya


Sumber: Motivasi Islami
Semua Ada Hikmahnya
Oleh ; Rahmat

Bersyukur akan membuat kita melihat apa yang sudah kita miliki. Bersyukur akan membantu kita berpikir positif. Namun demikian, bukan berarti kita diharuskan hanya bersyukur saja, tanpa pernah meraih apa yang belum kita raih. Dengan mensyukuri apa yang telah kita miliki memang akan membuat kita bahagia, tetapi Allah SWT tetap memerintahkan kita untuk meraih apa yang terbaik. Allah SWT telah memberikan potensi kepada kita untuk kita pergunakan.

Salah satu alasan mengapa sebagian orang tidak mau meraih yang lebih baik karena ketakutan akan kekecewaan yang akan timbul. Mereka takut jika gagal, mereka akan kecewa yang tentu saja akan merusak kebahagiaan yang telah mereka miliki, atau menjauhkan dari kebahagiaan yang justru belum mereka miliki. Padahal, kekecewaan bukan disebabkan oleh kegagalan, tetap oleh sikap kita terhadap kegagalan tersebut.

Lihatlah, bacalah, bahwa kegagalan yang sama akan berdampak berbeda kepada setiap orang. Ada yang menangis sampai meratapi, ada yang kapok tidak mau berusaha lagi, ada yang biasa-biasa saja, bahkan ada juga yang tersenyum. Kenapa karena mereka menyingkapi kegagalan dengan cara berbeda.

Faktor lain yang sering membuat seseorang tidak berbahagia ialah akibat dari kehilangan sesuatu. Sedih boleh saja, tetapi janganlah sedih terus menerus yang akan menyingkirkan kebahagiaan kita. Rasulullah SAW sedih saat ditinggal anak, istri, dan paman beliau, tetapi beliau masih bisa sempat tersenyum setelah itu. Perang Uhud menyebabkan syahidnya puluhan sahabat sahabat beliau, tetapi apakah beliau kapok berperang?

Perang Uhud adalah

Senin, 29 Agustus 2016

7 Dzikir, dibaca 100 x

Senin, 21 Oktober 2013

7 Dzikir Yang Dibaca Seratus Kali.

7 kalimat dzikir mulia ini bagus untuk diamalkan yang berdasarkan Hadis Nabi Muhammad saw., yang setiap harinya dibaca seratus kali, yaitu : 

1. LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH saratus kali. 

قال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَالَ كُلَّ يَوْمٍ لا إلٰهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله مَائَةَ مَرَّة جَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالقَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ

Nabi saww. bersabda: “Barangsiapa setiap hari membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH (Tiadak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah) sebanyak seratus (100) kali, maka ia datang pada hari kiamat mukanya bagaikan bulan purnama”. (Kitab Lubabul Hadits) 

2. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR seratus kali. 

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ

Telah bercerita kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sumayya, maula Abu Bak dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang membaca laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lahuu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qodir (Tidak ada ilah (yang berhaq disembah) selain Allah Yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya mendapatkan pahala seperti membebaskan sepuluh orang budak, ditetapkan baginya seratus hasanah (kebaikan) dan dijauhkan darinya seratus keburukan dan baginya ada perlindungan dari (godaan) setan pada hari itu hingga petang dan tidak ada orang yang lebih baik amalnya dari orang yang membaca doa ini kecuali seseorang yang dapat lebih banyak mengamalkan (membaca) dzikir ini". (HR. Bukhori No.3050 dan No.5924, Ibnumajah No.3799) 

3. LAA ILAAHA ILLALLAAHUL MALIKUL HAQQUL MUBIIN seratus kali sehabis sholat subuh atau sholat dzuhur. 

والخطيب وأبو نعيم وابن عبد البرّ: من قال في يومه مائة مرة لا اله إلا الله الملك الحق المبين كان له أماناً من الفقر وأنساً من وحشة القبر، وفتحت له أبواب الجنة

Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa membaca pada pagi hari seratus (100) kali LAA ILAAHA ILLALLAAHUL MALIKUL HAQQUL MUBIIN, maka akan merupakan jaminan aman dari kemiskinan, akan menjadi kesenangan dalam kuburnya dan terbuka baginya pintu-pintu surga. (HR. Al Khatib, Abu Naimdan Ibn Abdul Bar, Didalam Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrasyad => Asy Syaikh Zainuddin Al Malibariy) 

4. SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI seratus kali. 

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Sumay dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengucapkan 'SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya)' sehari seratus kali, maka kesalahan-kesalahannya (dosa) akan terampuni walaupun sebanyak buih di lautan." (HR.Bukhori No.5926, Muslim No.4857, At Tirmidzi No.3388, Ahmad N0.10266 dan No.7667, Ibnumajah No.3802, dan Imam Malik No.438) 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib telah menceritakan kepada kami Abdul 'Aziz bin Al Mukhtar dari Suhail bin Abu Shalih dari Sumayy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barang siapa yang pada pagi dan sore hari mengucapkan; SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya) seratus kali maka tidak ada orang yang datang pada Hari Kiamat yang membawa sesuatu yang lebih baik dari apa yang ia bawa kecuali orang yang mengucapkan seperti apa yang ia ucapkan atau lebih banyak lagi darinya." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib. (HR. At Tirmidzi No.3391) 

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الْأُمَوِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin 'Abdul Malik Al Umawi telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin Al Mukhtar dari Suhail dari Sumayya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Barang siapa, ketika pagi dan sore, membaca doa; SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka pada hari kiamat tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya kecuali orang yang juga pernah mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dari itu.'" (HR. Muslim No.4858) 

حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مُوسَى الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ الزِّبْرِقَانِ عَنْ مَطَرٍ الْوَرَّاقِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ لِأَصْحَابِهِ قُولُوا سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ مَنْ قَالَهَا مَرَّةً كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا وَمَنْ قَالَهَا عَشْرًا كُتِبَتْ لَهُ مِائَةً وَمَنْ قَالَهَا مِائَةً كُتِبَتْ لَهُ أَلْفًا وَمَنْ زَادَ زَادَهُ اللَّهُ وَمَنْ اسْتَغْفَرَ اللَّهَ غَفَرَ لَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Musa Al Kufi telah menceritakan kepada kami Daud bin Az Zibriqan dari Mathar Al Warraq dari Nafi' dari Ibnu Umar, ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda pada suatu hari kepada para sahabatnya: "Ucapkanlah; SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya) seratus kali, barang siapa yang mengucapkannya satu kali maka dicatat baginya sepuluh kali dan barang siapa yang mengucapkannya sepuluh kali maka dicatat baginya seratus kali, dan barang siapa yang mengucapkannya seratus kali maka dicatat baginya seribu kali, dan barang siapa yang menambah maka Allah menambahnya dan barang siapa yang memohon ampunan kepada Allah maka Allah akan mengampuninya." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib. (HR. At Tirmidzi No.3392) 

من قال سبحان الله وبحمده غرست له نخلة فى الجنة ومن قالها مائة مرة كتبت له الف حسنة و حطت عنه الف خطيئة

Nabi Muhammad saw. bersabda : Man qoola Subhaanallaahi wabihamdihi ghurisat lahu nakhlatun fil jannati, wa man qoolahaa mi-atan marrotin kutibat lahu alfu hasanatin, wa huththot 'anhu alfu khothii-atin. 

Artinya : Barangsiapa mengucap SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI sekali, akan ditanamkan baginya suatu pohon disurga, dan barangsiapa mengucapkannya seratus kali, dicatat baginya seribu kebajikan dan digugurkan daripadanya seribu kejahatan (Kitab An Nashaih Ad Diniyah - Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad) 

5. Bershalawat setiap hari minimal seratus kali. 

والطبراني: مَنْ صَلّى عَلَيَّ وَاحِدةً صَلّى الله عَلَيْه عَشْراً، وَمَنْ صَلّى عَلَيَّ عَشْراً صَلّى الله عَلَيْهِ مائَةً، وَمَنْ صَلّى عَلَيَّ مائَة كَتَبَ الله لَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ بَرَاءةً مِنَ النِّفَاقِ وَبَرَاءَةً مِنَ النَّارِ وَأَسْكَنَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ مَعَ الشّهَدَاءِ

Nabi Muhammad saww. bersabda : Man sholla ‘alayya wahidatan shallallaahu ‘alaihi ‘asyron wa man sholla ‘alayya ‘asyron shallallaahu ‘alaihi mi-atan wa man sholla ‘alayya mi-atan kataballaahu lahu baina ‘ainaihi baro-atan minan nifaaqi wa baroo-atan minan naari wa askanahu yaumal qiyaamati ma’asy syuhadaa-i. 

Artinya : “Barangsiapa yang membaca shalawat untukku satu kali, maka Allah bershalawat untuknya sepuluh kali, dan barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali, maka Allah bershalawat untuknya seratus kali, dan barangsiapa bershalawat untukku seratus kali, maka Allah menulis diantara kedua matanya kebebasan dari nifak, dan kebebasan dari neraka dan ditempatkan pada hari kiamat bersama orang-orang yang mati syahid.” (HR. At Thabarani, di dalam Kitab Irsyadul 'Ibad Ilasabilirrosyad) 

6. RABBIGHFIRLII WATUB 'ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWAABUR RAHIIM seratus kali. 

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ وَالْمُحَارِبِيُّ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوقَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ يَقُولُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ مِائَةَ مَرَّةٍ

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dan Al Muharibi dari Malik bin Mighwal dari Muhammad bin Suqah dari Nafi' dari Ibnu Umar dia berkata; "Apabila kami menghitung ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu majlis: "Rabbighfirlii watub 'alayya innaka antat tawwabur rahiim (Ya Rabbku ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah Maha penerima taubat dan maha penyayang) beliau mengucapkannya sebanyak seratus kali." (HR. Ibnumajah No.3804 dan Abudaud No.1295) 

7. SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIMI ASTAGHFIRULLAH seratus kali sebelum sholat subuh (qobliyah subuh). 

أن رجلا جاء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال تولت عني الدنيا وقلت ذاتيدي فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم فأين أنت من صلاة الملائكة وتسبيح الخلائق وبها يرزقون قال فقلت وماذا يا رسول الله قال قل سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم أستغفر الله مائة مرة ما بين طلوع الفجر إلى أن تصلى الصبح تأتيك الدنيا راغمة صاغرة ويخلق الله عز وجل من كل كلمة ملكا يسبح الله تعالى إلى يوم القيامة لك 

Bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saww. lalu ia berkata: “Dunia berpaling dariku dan sedikit di tanganku (miskin)”, Lalu Rasulullah saww. bersabda: “Maka dimanakah kamu dari permohonan rahmat oleh para Malaikat dan tasbih para makhluk, dan dengannya mereka diberi rizki?” ia berkata: Lalu saya berkata: “Apakah itu wahai Rasulullah?”, Beliau bersabda: “Ucapkanlah: SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIMI ASTAGHFIRULLAH (Maha Suci Allah denga segala pujiNya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Saya memohon ampun kepada Allah)” seratus (100x) kali antara terbitnya fajar sampai shalat shubuh maka dunia datang dengan hina dan kecil (tidak sombong) dan Allah ‘Azza Wa Jalla menciptakan dari setiap kata akan satu Malaikat yang mentasbihkan Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahalanya untukmu”. (Di dalam Kitab Ihya Ulumiddin => Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali). 

Hayo kita amalkan dzikir-dzikir mulia tersebut, aturlah waktu kalian agar dapat membaca dzikir-dzikir mulia tersebut dalam sehari-semalamnya seratus kali agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan di akhirat nanti, dan dapat dikumpulkan bersama Nabi Muhammad saww., para sahabatnya, para syuhada dan orang-orang sholeh didalam surganya yang tertinggi karena menghidupkan dan mengamalkan sunnah Nabi Muhammad saww., karena Nabi Muhammad saww. bersabda : 

من احيا سنتي فقد احبني ومن احبني كان معي فى الجنة

Man ahyaa sunnatii faqod ahabbanii wa man ahabbanii kaana ma’ii fil jannah. 

Artinya : Barangsiapa menghidupkan sunnahku maka sesungguhnya (bukti) dia mencintaiku, dan barangsiapa mencintaiku maka ia akan bersamaku disurga. (HR. At Tirmidzi No.2602)

Alfaqir ijazahkan dzikir-dzikir mulia tersebut diatas bagi siapa saja yang mau mengamalkannya.. 

Dikutip dari:

* Hadits Kutubut Tis’ah.
* Ihya' Ulumiddin => Imam Al-Ghazali.
* Al Adzkar => Imam An-Nawawi. 
* Riyadhus Shalihin => Al Imam An Nawawi.
* Irsyadul 'Ibad Ilasabilirrosyad => Asy Syaikh Zinuddin Al Maribariy.
* An Nashaaih Ad Diniyah wal washaaya Al Imaaniyah => Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad. 
* Lubabul Hadits => Al Imam Al Hafidz Jalaluddin Abdurrahman bin Abii Bakar As Suyuthi.
* Tanqihul Qaul => Asy Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Al Bantani

Sabtu, 07 November 2015

renungan ayat-ayat motivasi [10]


Renungan 10: Tegarlah

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS.Ali 'Imraan:139)

Padahal Allah melarang kita bersikap lemah dan bersedih. Walau terkadang kesedihan datang tanpa dapat kita pungkiri. Kita berusaha tetap tenang dan tegar. Kita harus tetap tegar sekokoh batu karang dan tidak bersedih atas segala kesulitan dan beban yang menghimpit. Hapuslah air mata, bangunlah dari tidurmu. Bangkitlah, karena kita sesungguhnya kuat untuk menghadapi berbagai cobaan yang menerpa kita. Bersikap lemah dan larut dalam kesedihan tidak akan memberikan solusi bagi kita. Berharap belas kasihan? Tidak dijamin, malah bisa saja kita malah ditertawakan oleh orang lain. Kesedihan malah memadamkan api energi dalam tubuh kita untuk bertindak dan berkarya. Bukankah diam ini justru akan membuat masalah berlarut-larut?


kita harus kuat dan bertindak mengatasi masalah tersebut. Bukannya diam lemah sambil bersedih hati yang justru akan menambah kesemasan demi kecemasan dalam diri kita. Langkahkita akan gamang, tak jelas arah, dan ujung-ujungnya kita malah tidak akan peduli lagi dengan apa yang akan terjadi, menyerah dan pasrah. Bangkitlah kawan, hapus air matamu, dan kuatkan dirimu.


Minggu, 25 Oktober 2015

7 Dzikir, dibaca 100 x

Senin, 21 Oktober 2013
7 Dzikir Yang Dibaca Seratus Kali.
7 kalimat dzikir mulia ini bagus untuk diamalkan yang berdasarkan Hadis Nabi Muhammad saw., yang setiap harinya dibaca seratus kali, yaitu : 
1. LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH saratus kali. 
قال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَالَ كُلَّ يَوْمٍ لا إلٰهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله مَائَةَ مَرَّة جَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالقَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ
Nabi saww. bersabda: “Barangsiapa setiap hari membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH (Tiadak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah) sebanyak seratus (100) kali, maka ia datang pada hari kiamat mukanya bagaikan bulan purnama”. (Kitab Lubabul Hadits) 
2. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR seratus kali. 
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ
Telah bercerita kepada kami 'Abdullah bin Yusuf

Jumat, 23 Oktober 2015

renungan ayat-ayat motivasi [9]


Renungan 9: Hanya mengharap keridhaan Allah

Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. (QS. Al Insaan:9)


Teruskan berjuang, sebab yang kita kejar adalah keridhaan Allah. Hanya keridhaan Allah.

Masih banyak kasihsayang Allah untuk kita..

Rabu, 14 Oktober 2015

renungan ayat-ayat motivasi [8]



Renungan 8: Jalan keluar itu

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya
jalan keluar. (QS Ath Thalaaq:2)

Dan barang-siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan
baginya kemudahan dalam urusannya. (QS Ath Thalaaq:4)

Bagi orang bertakwa, bershabarlah, sebab kemudahan sudah menunggu kita. Matahari akan terbit esok hari bersamaan dengan kemudahan atas segala kesulitan, beban, dan kegagalan yang menimpa kita. Tidak usah risau dan pesimis, karena kemudahan dan jalan keluar sudah dijanjikan Allah SWT kepada kita. Yang kita perlu lakukan ialah dengan menambah ketakwaan kita, agar jalan
keluar dan kemudahan segera menghampiri kita.

Jadi, sepelik apapun masalah yang sedang kita hadapi, bertaqwalah kepada Allah. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselasaikan jika Allah memberikan jalan keluar bagi kita. Jika kita bertaqwa, maka tidak ada alasan bagi kita untuk putus asa dan menyerah saat menghadapi masalah yang sangat rumit. 
Kata Umar bin Khatab ra., jika kita bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan menjaga kita.


Sabtu, 26 September 2015

renungan ayat-ayat motivasi [7[


Renungan 7:Yang Terjadi ya Terjadilah

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu
sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(QS. Al Hadiid:22)

Dia-lah yang Maha Berkuasa menetapkan apapun yang terjadi pada kita. Menerima artinya kita mengembalikan semuanya kepada Allah SWT, sebab semuanya datang dari Allah, maka kita kembalikan kepada-Nya. Jika kita sudah beriman akan ketentuan Allah, maka kita tidak lagi perlu larut dalam kesedihan, penyelasalan, dan kebencian akan masalah, kesulitan, musibah, dan kegagalan yang menimpa kita. Kita akan tenang menghadapi usaha dan upaya kita, karena jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, itu adalah sudah bagian dari ketentuan Allah SWT.

Jika hal ini sudah tertanam dalam jiwa, maka tidak ada lagi gundah, tegang, resah, dan cemas di dalam hati kita. Kita akan menjalani hidup dengan penuh optimis dan semangat, karena apa lagi yang harus kita cemaskan. Semuanya sudah tertulis di Lauh Mahfudzh. Saat kesulitan menerpa, serahkan saja kepada Allah SWT.


Sabtu, 19 September 2015

renungan ayat-ayat motivasi [6]


Renungan 6: Maafkanlah

Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta
berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. Al A'raaf:199)

Saat kita dilukai oleh seseorang tentu akan menyisakan luka pada diri kita. Namun luka yang lebih berbahaya adalah luka di hati, luka secara emosional. Luka emosional sering kali muncul saat kita diejek, direndahkan, dihina, atau berbagai tindakan yang mengarah ke harga diri kita. Saat emosi kita luka, kita akan sangat protektif, mengapa karena luka di atas luka lebih menyakitkan dari
pada luka baru.

Luka emosional akhirnya sering menjadi sabotase bagi diri kita untuk meraih sukses. Kita

Jumat, 11 September 2015

renunan ayat-ayat motivasi [5]


Renungan 5: Benci

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah:216)

Yang jelas, apa pun yang ada pada diri kita, berbaik sangkalah kepada Allah SWT, bahwa itu semua yang terbaik untuk kita. Sesuatu yang kita suka atau kita benci semuanya tidak lain nikmat sekaligus ujian. Terimalah apa yang ada pada diri kita. Jangan membenci apa yang terjadi pada diri kita, karena bisa jadi semua itu adalah yang terbaik untuk kita. Jika kita sudah bisa menerimanya dengan lapang dada, hidup akan lebih bersemangat dalam mengejar prestasi, karena tidak ada lagi kata gagal di dalam kamus hidupnya. Hidup akan lebih tenang dengan segala kekurangan yang ada di dalam diri. Tidak ada kekhawatiran, begitu bebas, lepas, semuanya diserahkan kepada Allah untuk memberikan yang terbaik bagi dirinya.




Sabtu, 05 September 2015

renungan ayat-ayat motivasi [4]



Renungan 4: Bersyukurlah…

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim:7)

Ini adalah rahasia melipat gandakan nikmat kita. Saat kita berusaha, syukurilah nikmat yang kita dapatkan agar ditambah oleh Allah SWT. Jadi, tetaplah semangat meski hasil kita kecil, sebab jika kita mensyukurinya, yang kecil tersebut bisa menjadi besar. Sangat ironis, sudah kecil, tidak kita syukuri.
Alangkah bodohnya orang yang tidak mau mensyukuri nikmat Allah SWT. Mereka sering menyangka bahwa yang namanya nikmat itu adalah rezeki dalam bentuk materi yang jumlahnya besar. Padahal tidak, Nikmatilah hidup, tetaplah semangat meski penghasilan kita kecil, karena kita bisa melipat gandakannya dengan mensyukurinya. Renungkanlah, betapa banyaknya nikmat yang sudah kita miliki. Jangan risau, jangan takut untuk gagal, sebab kegagalan sebesar apa pun tidak akan menghabiskan nikmat-nikmat yang ada pada diri kita.





Senin, 31 Agustus 2015

renungan ayat-ayat motivasi [3]


Renungan 3: Hasbunallah wa ni’mal wakiil

(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Ali “Imran:173-174)

Mengapa harus cemas, mengapa harus takut, mengapa harus khawatir?
Bukankah ada Allah SWT yang menjadi penolong dan pelindung kita

Kita adalah makhluq lemah, kita tidak memiliki kekuatan. Kekuatan hanya milik Allah Yang Mahakuat, maka